Senin, 09 April 2012

Mengenal Diabetes Melitus / DM

Mengenal Diabetes Melitus / DM.Diabetes Melitus adalah sebuah keadaan dimana terjadi hiperglikemia kronik disertai dengan berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang hal ini menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaaan dengan mikroskrop elektron. Secara etiologi, diabetes melitus terbagi menjadi dua kategori, yaitu Diabetes Melitus Tergantung Insulin (DTMI) yang disebabkan oleh destruksi sel Beta pada pulau Langerhans akibat proses autoimun, serta Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulun (DMTTI) yang disebabkan karena kegagalan relatif sel Beta dan resistensi insulin.

Resistensi insulin pada Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel Beta yang berada di pulau Langerhans tidak mampu mengimbangi resistensi sepenuhnya, sehingga terjadi defisiensi relatif insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. Artinya pada Diabetes Melitus tipe ini, sel Beta pankreas mengalami desentitasi terhadap glukosa.

mengenal diabtes melitus,mengenal DM,DM,Blog Keperawatan

Diagnosa Diabetes Melitus awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas yang terdapat pada pasien yang menderita DM ini yang berupa polifagia, poluria, polidipsia, lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan penderita Diabetes Melitus adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.

Diagnosa Diabetes Melitus terhadap gejala khas dapat diperkuat dengan melakukan pemeriksaan glukosa sewaktu > 200 mg/dl atau glukosa darah puasa >= 126mg/dl. Bila hasil pemeriksaan darah meragukan, pemeriksaan TTGO diperlukan untuk memastikan diagnosa diabetes melitus.

Untuk diagnosa Diabetes Melitus dan gangguan toleransi glukosa lainnya diperiksa glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa. Sekurang-kurangnya diperlukan kadar glukosa darah 2 kali abnormal untuk konfirmasi diagnosa diabetes melitus pada hari yang lain atau TTGO yang abnormal. Konfirmasi tidak diperlukan pada keadaan khas hiperglikemia dengan dekompensasi metabolik akut, seperti ketoasidosis, berat badan yang menurun cepat, dan lain-lain.

Dalam memperkuat diagnosa Diabetes melitus perlu dilakukan pemeriksaan penyaring dengan melakukannya pada kelompok dengan resiko tinggi untuk diabetes melitus.
Berikut beberapa kelompok resiko tinggi tersebut adalah :
  • Kelompok usia dewasa tua 40 tahun.
  • Obesitas, tekanan darah tinggi.
  • Riwayat keluarga diabetes melitus.
  • Kehamilan dengan berat badan lahir bayi 4000 gr.
  • Riwayat Diabetes Melitus pada kehamilan.
  • Dislipidemia.
Pemeriksaan penyaring untuk diagnosa diabetes melitus dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu kadar glukosa darah puasa, kemudian dapat diikuti dengan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) standar. Untuk kelompok diabetes melitus resiko tinggi yang hasil pemeriksaan penyaringnya negatif, perlu pemeriksaan penyaring ulangan tiap tahun. Bagi pasien berusia 45 tahun tanpa faktor risiko, pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap 3 bulan.

Sumber : Kapita Kedokteran FE UI Edisi Ketiga

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

 
 
Copyright © Komokid
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo