Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Pemberian Imunisasi Lengkap

Manfaat imunisasi bagi anak-anak kita terutama untuk kesehatan anak-anak kita dan menunjang setiap proses pertumbuhan dan perkembangannya begitu penting. Untuk itulah kita para orang tua yang tentunya selalu menjaga kesehatan anak-anak kita tidak lah akan mengabaikan akan manfaat pemberian imunisasi lengkap ini bagi anak-anaknya. Bagi para orang tua juga perlu mengenali serta memahami akan berbagai jenis imnunisasi dasar lengkap bagi sang anak.

Imunisasi adalah merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi merupakan suatu sistem kekebalan yang diberikan pada manusia dengan tujuan melindungi individu tersebut dari penyakit yang dapat membahayakan jiwa. Itulah yang dimaksud dengan pengertian tujuan imunisasi yang kita berikan kepada anak-anak kita melalui petugas kesehatan atau pun di tempat pemberi pelayanan kesehatan.

Imunisasi bisa meningkatkan imunitas tubuh dan menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan sejumlah kecil mikroorganisme yang dimatikan atau dilemahkan. Tujuan imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Manfaat Imunisasi dan Jadwal Pemberian Imunisasi

Jenis vaksin dan manfaatnya untuk imunisasi dasar ini terdiri dari :
  1. Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin). Diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis paru (TBC).
  2. Vaksin DPT diberikan dalam rangka untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus.
  3. Vaksin Polio diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah penyakit poliomilitis.
  4. Vaksin Campak diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah penyakit campak.
  5. Vaksin Hepatitis B diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah penyakit hepatitis B.
Lalu kapan jadwal pemberian imunisasi ini mulai dijalankan. Sebenarnya ketika bayi mulai lahir di dunia setelah proses kelahiran bayi berakhir maka pada saat itulah sang bayi akan mulai mendapatkan imunisasi pertamanya. Pemberian imunisasi yang pertama pada umur bayi 0-6 hari adalah vaksin hepatitis B.

Berikut waktu jadwal imunisasi yaitu :
  • Bayi Umur < 7 Hari : Hepatitis B (Hb)0.
  • 1 Bulan : BCG, Polio 1
  • 2 Bulan : DPT / HB1, Polio 2.
  • 3 Bulan : DPT / HB2, Polio 3.
  • 4 Bulan : DPT / HB3, Polio 4.
  • 9 Bulan : Campak.
Selain dari imunisasi dasar lengkap yang merupakan pokok pemberian vaksin pencegahan penyakit tersebut di atas, ada juga pemberian imunisasi tambahan lainnya.

Berikut beberapa jenis vaksin untuk imunisasi tambahan lainnya adalah :
1. Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PVC). Imunisasi ini berfungsi melindungi anak dari risiko terkena pneumonia, infeksi dalam darah, dan meningitis. Imunisasi PCV diberikan saat anak berusia di bawah dua atau lima tahun.
2. Imunisasi Haemophilus Influenzae tipe B (HIB), yaitu imunisasi yang melindungi anak dari penyakit meningitis. Imunisasi diberikan melalui suntikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.
3. Imunisasi MMR (Measles Mumps Rubella), yang berfungsi anak dari campak, gondok, dan rubella. Imunisasi MMR diberikan melalui dua kali suntikan, yaitu saat usia 12-15 bulan dan usia 4-6 tahun.
4. Imunisasi Varicella yang memiliki fungsi melindungi anak dari cacar air. Imunisasi varicella diberikan melalui suntikan saat usia 12-15 bulan.
5. Imunisasi Rotavirus. Imunisasi ini berfungsi mencegah diare hingga dehidrasi pada anak terutama pada bayi. Imunisasi dianjurkan diberikan pada anak usia 2-4 bulan

Ada beberapa bahaya bila anak atau pun bayi tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap. Bahaya dampak bayi anak tidak diimunisasi adalah diantaranya tubuh sang bayi atau anak tidak mempunyai kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu.

Maka bila ada kuman berbahaya, virus atau pun bakteri yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau bahkan bisa sampai meninggal. Bila penyakit tersebut menular maka anggota keluarga lainnya akan bisa juga tertular.

Berikut beberapa hubungan antara imunisasi dan kesehatan bayi dan anak yaitu :
  1. Imunisasi melindungi anak terhadap beberapa penyakit berbahaya. Anak yang tidak mendapat imunisasi akan lebih mudah jatuh sakit dan menjadi cacat selamanya atau kurang gizi dan kemudian meninggal.
  2. Imunisasi tetap aman dilakukan bagi anak yang sedang sakit ringan, cacat atau kurang gizi.
  3. Setiap tahun 1,7 juta anak, dengan Indonesia sekitar 34.690 bayi, meninggal diseluruh dunia disebabkan oleh berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah oleh berbagai vaksin yang sudah tersedia. Misalnya meninggalnya bayi akibat tetanus bukan saja disebabkan karena kurangnya kehigienisan pada alat-alat yang digunakan untuk tindakan pembedahan, misalnya memotong tali pusar, saat digunakan tapi juga karena tidak adanya imunitas yang dimiliki ibu dan bayi terhadap sumber dari penyakit tersebut yaitu bakteri tetanus. Imunitas itu dapat diperoleh melalui vaksinasi.
Mengutip pernyataan dari Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi selaku Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia yang mengatakan mengenai imunisasi lengkap :
Marilah kita bersama-sama untuk melengkapi imunisasi dasar bayi kita, agar terhindar dari sakit berat, kematian atau cacat, dan mencegah penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yang lebih luas kepada anak-anak lain.
Read more > Pemberian Imunisasi Lengkap

Rabu, 08 Mei 2013

Tanda Alergi Pada Anak

Alergi pada anak pada beberapa kasus memang seringkali terjadi. Untuk itulah orang tua harus mengetahui sejak dini bagaimana mengenali tanda alergi yang terjadi pada anak dan buah hati kita. Karena dengan mengetahui secepat mungkin akan tanda alergi maka kita bisa mengurangkan resiko akibat dari alergi anak atau bayi kita yang bisa berakibat buruk terhadap kondisi kesehatan sang buah hati.

Yang dimaksud alergi adalah merupakan suatu reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing di sekelilingnya, yang disebut dengan alergen. Reaksi tubuh yang disebut dengan alergi ini terjadi ketika tubuh salah mengartikan zat yang masuk sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh yang bersangkutan. Demikian tadi yang dimaksud dengan pengertian alergi tersebut.

Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak dan balita. Gangguan semacam ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Di mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Alergi pada anak bisa berupa alergi kulit, alergi makanan dan lainnya.

Tanda Penyebab Alergi Anak

Gangguan dalam fungsi otak semacam inilah yang bisa menimbulkan berbagai gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga dalam taraf yang berat sampai dengan akan memperberat gejala penderita Autism dan ADHD atau anak dengan hiperaktif. Untuk itulah diperlukan langkah-langkah pencegahan alergi anak ini.

Penyebab alergi anak ini memang banyak faktor yang mempengaruhinya. Ada tiga faktor yang mempengaruhi akan alergi bayi atau anak ini, yaitu dari faktor genetik (keturunan), ketidakmatangan saluran cerna, dan paparan yang menyebabkan alergi itu terjadi. Seseorang yang memiliki bakat alergi, akan terus menderita alergi sampai ia dewasa. Meski demikian manifestasi tanda alergi saat dewasa dengan saat masih anak-anak akan berbeda. Demikian yang diungkapkan oleh Dr. Widodo Judarwanto, SpA, dari Allergy Behaviour Clinic.

Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun.

Saluran cerna adalah target awal dan utama proses terjadinya alergi makanan. Ketidakmatangan saluran cerna menyebabkan alergi paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun dan semakin berkurang pada usia 5 atau 7 tahun. Efek yang sering muncul dari alergi di saluran cerna adalah nyeri perut atau kolik pada bayi dan anak. Anak menjadi sering rewel di malam hari dan bisa menjadi penyebab bayi menangis dengan tangisan yang sangat keras. Menurut Dr. Widodo pada usia 2-7 tahun, keluhan nyeri perut bisa terungkap karena anak sudah bisa bicara.

Alergi yang menyerang dan terjadi pada anak ini bermacam-macam. Mulai dari asma, yaitu penyempitan saluran nafas bawah, rinitis,urtikaria, dan juga dermatitis atopik atau yang biasa dikenal dengan nama eksim. Gejala alergi anak pertama kali selain bisa terlihat dari kulit maka saluran pencernaan adalah organ yang terkena juga.

Hal ini karena kontak pertama kali dengan makanan alergen adalah pada saluran pencernaan. Misalnya adalah bengkak dan gatal di bagian bibir, lidah, saluran pernapasan, kejang perut, muntah, juga diare berat dengan tinja berdarah. Dan inilah bagian dari tanda-tanda alergi pada anak. Untuk itu pula diperlukan cara mengatasi alergi pada anak dengan tepat dan sehat pula.
Gejala alergi juga bisa terlihat dan dikenali oleh para orang tua adalah pada bagian tubuh lain sang bayi atau anak, contoh mudahnya akan terlihat kulit yang bentol memerah, hidung, mata, saluran pernapasan, susunan saraf pusat, dan bahkan gejala sistemik yang berakibat fatal seperti syok anafilaksis yang bisa menyebabkan bayi meninggal
.
Read more > Tanda Alergi Pada Anak

Minggu, 03 Maret 2013

Tujuan Manfaat Pijat Bayi

Aktifitas baru bagi seorang ibu yang mempunyai bayi tentu beragam dan banyak. Salah satunya adalah memandikan bayi dan dan juga melakukan pemijatan kepada bayi. Karena manfaat pijat bayi untuk kesehatan serta juga kebugaran tubuh bayi akan bisa dirasakan bila cara memijat bayi dilakukan dengan benar serta tepat.

Dalam beberapa pengobatan tradisional dan juga pengobatan herbal pula, memijat bayi adalah salah satu budaya adat yang sampai sekarang masih terus dilakukan oleh para kaum ibu dan masyarakat kita pula. Memijat bayi sebenarnya tidak jauh beda dengan aktifitas ketika memandikan bayi juga. Karena lewat kegiatan ibu baru tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu merangsang dan berkomunikasi antara ibu dan sang anak.

Manfaat Pijat Bayi

Memijat bayi harus dilakukan dengan berhati-hati dan lembut. Harus juga mengetahui bagaimana cara memijat bayi yang benar agar sang bayi bisa merasakan akan manfaat faedah pijatan bayi itu sendiri. Bersamaan dengan kegiatan pemijatan bayi bisa merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.

Tujuan dari pemijatan kepada bayi adalah untuk mewujudkan salah satu ungkapan cinta kasih sayang orang tua kepada anaknya melalui berbagai macam sentuhan lembut yang dihasilkan dari pijatan dan sentuhan hangat tangan sang ibu tersebut. Sentuhan merupakan sebuah alat terapi yang sangat ampuh, begitu juga halnya pijatan. Terapis pijat bayi, yaitu Justina Perry, mengatakan bahwasannya sentuhan dari kulit ke kulit akan memiliki beragam keuntungan yang sangat penting bagi perkembangan bayi itu sendiri. Dan inilah dari beberapa tujuan pijat bayi tersebut.

Ada beberapa keuntungan dan manfaat pijat bayi itu sendiri. Dan beberapa keuntungan pemijatan bayi yang kita lakukan adalah :
  1. Menciptakan ikatan psikologis tali kasih ibu dan bayi. Hal ini terjadi karena ternyata dalam pelaksanaan tindakan dari pemijatan sentuhan kepada bayi ini akan merangsang otak sang bayi mengeluarkan suatu hormon yang disebut dengan hormon oksitoksin. Pengeluaran hormon ini akan membuat bayi merasa nyaman, menurunkan stressor, dan membantunya mempermudah dalam proses tidur. Secara tidak langsung hal ini akan memperkuat tali kasih antara ibu dan bayinya.
  2. Membuat bayi lebih sehat. Memijat bayi bisa memperlancar dari sistem peredaran darah, akan membantu proses pencernaan sang bayi, dan juga memperbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
  3. Membantu dalam proses pertumbuhan perkembangan bayi. Ketika melakukan pememijatan kepada sang bayi, sentuhan serta pijatan tersebut akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary di dalam otak si kecil. Hal ini akan membuat kelenjar tersebut melepaskan HGH (hormon pertumbuhan manusia), yang berarti hal ini akan turut membantu si bayi tumbuh dan berkembang.
  4. Mengurangi kadar stres. Bayi atau anak-anak yang secara berkala da teratur dipijat oleh orang tuanya akan mempunyai kadar kecemasan dan hormon stres yang rendah. Sebuah studi di Touch Research Institute, University of Miami School of Medicine, AS, mengemukakan bahwasannya terapi sentuhan akan menurunkan kadar hormon stres kortisol, dan justru sebaliknya akan meningkatkan kadar serotonin dan dopamin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman pada sang bayi.
  5. Meningkatkan kemampuan dan kesanggupan dalam belajar. Dalam sebuah aktifitas memijat bayi akan membantu pula sang ibu untuk merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi kelak dikemudian hari.
Yang harus digarisbawahi, bila memang belum punya ketrampilan atau pun pengetahuan mengenai memijat bayi dengan benar maka alangkah lebih bijaksananya bila kita meminta bantuan seseorang yang terbiasa dalam hal ini. Bila dalam kehidupan masyarakat kita di desa kita kenal dengan nama dukun pijat bayi. Biasanya dukun pijat bayi ini juga bersamaan dengan memijat kepada sang ibu yang juga habis melahirkan.
Read more > Tujuan Manfaat Pijat Bayi

Senin, 28 Januari 2013

Penyakit Campak

Beraneka ragam jenis penyakit sepertinya memang tidak asing lagi bila salah satu tugas pekerjaan kita sebagai tenaga kesehatan dan berhubungan dengan pasien dan penyakit. Ketika kita mempunyai seorang anak kecil kita biasa membawa anak kita untuk melakukan imunisasi. Termasuk untuk imunisasi dan vaksinasi campak ini.

Penyakit campak ini atau juga dikenal dengan nama lain seperti measles, rubeola, morbili. Dan waktu kecil saya mengenal dengan nama umum dan awamnya adalah gabag/gabagan. Pengertian campak menurut WHO adalah penyakit menular dengan gejala kemerahan berbentuk mukolo papular selama tiga hari atau lebih yang disertai panas 38 derajat C atau lebih dan disertai salah satu gejala batuk, pilek, dan mata merah. Demikian salah satu definisi dari penyakit campak ini.

Penyakit Campak, Penyebab Campak

Penyebab Campak ini adalah sejenis virus yang disebut dan masuk dalam golongan Paramyxovirus. Dalam genus Morbillivirus. Cara penularan campak adalah infeksi droplet udara (air borne disease) menempel dan berbiak. Infeksi mulai saat orang yang rentan menghirup percikan mengandung virus dari secret nasofaring pasien campak. Droplet udara maksudnya adalah melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.

Karena penyebabnya adalah sejenis virus, maka hal ini berkaitan erat dengan ketahanan daya tahan tubuh. Bila tubuh kita sedang lemah dan daya tahan tubuh menurun akan mudah sekali tertular penyakit campak ini. Morbili pada anak ini pada akhirnya juga akan meningkatkan daya kekebalan bila telah terkena penyakit ini. Itulah sebabnya setelah sekali anak terkena penyakit menular, ia akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut sepanjang hidupnya. Termasuk dalam hal ini adalah penyakit rubeola/campak ini.

Bagaimana cara kita mengenali bahwa seseorang telah terkena penyakit campak ini. Ada beberapa tanda gejala penyakit campak ini pada mulanya diawali dengan flu berat, batuk dan mata berair, kemudian diikuti dengan timbulnya bercak putih dimulut ( bintik koplik ). Anak akan terlihat tidak nyaman, terjadi demam tinggi. Ruam akan mulai muncul pada hari ketiga atau keempat. Bintik-bintik akan memerah dan semakin banyak, tetapi tidak menimbulkan gatal. Campak akan sangat menular dan biasanya berlangsung seminggu. Maka campak adalah jenis penyakit yang menular.

Meski campak bisa berpotensi menjadi penyakit virus yang serius, tapi biasanya jarang terjadi karena umumnya anak pada masa sekarang ini sudah mendapatkan suntikan dan vaksinasi imunisasi MMR pada umur berkisar 12-15 bulan. Masa kritis penularan adalah sejak beberapa hari sebelum muncul ruam sampai lima hari setelah ruam lenyap.

Keluhan yang umum penderita campak akan muncul adalah kemerahan yang timbul pada bagian belakang telinga, dahi, dan menjalar keseluruh tubuh. Selain itu, timbul gejala seperti flu disetai mata berair dan kemerahan ( konjungtivitis ). Setelah 3-4 hari kemerahan mulai menghilang dan berubah menjadi kehitaman yang akan tampak bertambah dalam 1-2 minggu dan apabila sembuh kulit akan tampak seperti bersisik.

Pengobatan campak dan perawatan campak ini adalah sifatnya hanya suportif. Karena penyebab virus maka bila daya tahan tubuh yang lemah maka anak yang kena campak dalam kondisi pemenuhan gizi yang kurang maka hal ini bisa menyebabkan komplikasi campak yang akan bisa memburuk.

Penanganan campak pada anak pada umumnya adalah dengan pemberian cairan yang adekuat, pemberian antipiretik (penurun panas) da pemberian vitamin. Akan tetapi bila pansa berlanjut dan pada anak timbul kejang maka harus segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

Pemberian cairan ini bisa dengan memberikan banyak minum (air hangat akan dapat membantu meredakan batuk) dan berikan pula parasetamol khusus anak (baca usia yang dianjurkan berbentuk syrup) untuk menurunkan suhu tubuh. Vaselin akan melindungi kulit di sekitar bibir. Basuh kerak pada pinggir mata, dan gelapkan kamar bila cahaya mengganggunya. Karena penyakit campak ini berasal dari virus, tidak dapat diobati dengan antibiotik, tetapi biasanya medis (dokter) mungkin memberinya untuk infeksi sekunder yang menyertai campak tersebut.

Pencegahan campak dapat dilakukan dengan imunisasi. Yaitu dengan imunisasi campak. Diberikan pada bayi usia 9 bulan, pemberian vaksin dibawah umur 9 bulan kurang efektif karena bayi masih mendapatkan proteksi kekebalan dari ibu. Selain itu ada juga jenis vamsin lainnya yaitu vaksin kombinasi MMR ( Measles, Mumps, Rubella), dilakukan pada usia 12-15 bulan dan diulang ketika sang anak menginjak usia 4-7 tahun.

Ada beberapa komplikasi campak yang bisa terjadi. Diantaranya yaitu infeksi telinga dan paru-paru, muntah dan diare dapat terjadi dua hari setelah ruam muncul. Penyakit ini juga beresiko kecil menyebabkan pneumonia atau ensepalitas, gangguan pada paru-paru atau telinga.
Read more > Penyakit Campak

Kamis, 29 November 2012

Penyakit Leukimia

Pernahkah sahabat-sahabat mendengar istilah leukimia ? Bila kita mendengar akan Leukimia ini tentunya bila kita mengetahui akan pengertian leukimia dan bagaimana hal tersebut bisa menimbulkan berbagai buruk negatif bagi fisik dan mental bagi penderitanya maka kita akan merasa takut fobia akan penyakit ini. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyakit leukimia ini dan semoga artikel ini bisa berguna serta dapat memberikan pengetahuan kita akan berbagai jenis penyakit yang banyak sekali jumlahnya.

Yang dimaksud dengan leukimia adalah suatu jenis penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan ciri khasnya berupa bertambahnya sel-sel darah putih (leukosit) dengan manifestasinya adanya penambahan sel-sel yang abnormal dalam darah tepi. Leukimia juga seringkali kita kenal dengan istilah kanker darah. Dan kanker darah ini menduduki peringkat pertama pada jenis keganasan yang menimpa anak-anak di dunia dengan mencapai prosentase 30-40%. Penyebab leukimia ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti akan penyebab. Karena penelitian dalam bidang kesehatan belum mendapatkan bukti yang otentik yang bisa menjelaskan dan mengambarkan penyebab kanker darah ini. Ada juga faktor resiko kanker darah terjadinya adalah karena faktor genetik, fator lingkungan dan juga faktor immunodefisiensi. Leukimia ini juga terbagi menjadi dua yaitu leukimia anak dan leukimia dewasa.

Leukimia

Leukimia anak dengan prosentase yang cukup besar di atas bisa mencerminkan bahwasannya penyakit kanker darah anak ini tidak bisa kita anggap remeh. Ada beberapa jenis leukimia yang bisa kita dapatkan dan kenali. Diantara jenis leukimia itu adalah :
  1. Leukemia myeloid kronis ( CML ) termasuk dalam gangguan myeloproliferative kronis.
  2. Leukemia limfositik kronis ( CLL ) termasuk dalam sindrom limfoproliferatif dan sebanding dengan limfoma limfositik.
  3. Limfoid akut leukemia atau lymphoblastic leukemia akut (ALL )
  4. Akut myeloid leukemia myelogenous leukemia atau ( AML )
  5. Myelogenous leukemia ( LM )
Lalu bagaimana kita mengenali akan tanda gejala leukimia ini. Tanda ciri leukimia yang seringkali bisa dideteksi adalah dengan adanya :
  1. Terjadinya anemia. Anemia anak akan bisa menimbulkan gejala seperti rasa cepat lelah, pucat, nafas pendek dan cepat. Hal ini terjadi karena menurunnya sel darah merah (HB). Kita ketahui salah satu fungsi sel darah merah adalah membawa nutrisi dan oksigen ke sel dan jaringan seluruh tubuh bila kekurangan HB ini maka gejala tersebut diatas akan dirasakan.
  2. Perdarahan yang terjadi di bawah kulit. Perdarahan ini juga disebabkan berkurangnya sel trombosit. Tanda ini akan dikenali dengan bercak merah kebiruan, perdarahan gusi, mimisan.
  3. Mudah terserang infeksi. Kita mengetahui bahwasannya sel darah putih ini tumbuh dan berkembang secara abnormal sehingga penderita leukimia akan seringkali mengalami demam yang berkepanjangan yang merupakan salah satu tanda infeksi.
  4. Nyeri. Rasa nyeri juga salah satu jalan kita untuk mendeteksi dan deteksi leukimia ini. Rasa nyeri ini banyak terjadi pada daerah perut, Karena dalam perut banyak organ tubuh yang mengalami gangguan akibat penyakit ini seperti halnya adanya pembesaran hati, gangguan ginjal dan juga empedu.
Dalam penegakan diagnosa penyakit kanker darah (leukimia) ini medis / dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa leukimia. Gejala dan tanda akan dikenali dan juga akan memeriksa peradangan hati, limpa, atau kelenjar getah bening di pangkal paha, ketiak dan leher yang menjadikan ciri khas kanker darah.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya yaitu :
  1. Pemeriksaan Laboratorium Darah. Karena berhubungan erat dengan kelainan sel darah khususnya adalah darah putih maka akan dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa sel-sel leukemia dalam darah. Bisa melakukan tes darah lainnya untuk bisa menilai adanya gen spesifik yang berhubungan dengan leukemia.
  2. Biopsi sumsum tulang. Pembentukan sel-sel darah adalah dalam sumsum tulang maka dalam hal ini pemeriksaan tulang sumsum dengan penghapusan cair dan sepotong kecil tulang untuk menguji sel-sel kanker Jika biopsi menunjukkan sel-sel leukemia, tes tambahan mungkin diperintahkan untuk menentukan penyakit ini telah menyebar dan apa sistem yang terpengaruh.
  3. Bone Marrow Aspirasi. Pemeriksaan penunjang dengan melakukan penghapusan sampel cairan sumsum tulang untuk menguji sel-sel kanker.
Pengobatan leukimia ini biasanya dilakukan dengan cara :
  1. Melakukan Khemotherapi. Kemoterapi adalah pengobatan yang biasanya dilakukan untuk semua jenis kanker, termasuk kanker darah pada anak ini.
  2. Transplantasi sumsum tulang belakang. Karena sumsum tulang belakang ini adalah sumber timbulnya penyakit leukimia anak. Untuk mengenai transplantasi sahabat bisa membaca kisah yang sungguh banyak memberikan pelajaran yang berharga dalam suatu proses transplantasi di sahabat Denaihati.com dalam cerita bersambungnya mengenai transplantasi hati. Bila merunut cerita penuh ibrah di atas akan banyak memberikan kita pelajaran berharga dan penuh hikmah mengambarkan kasih sayang orang tua dan pengorbanannya dalam usaha dan ikhtiarnya serta tentunya doa yang tidak putus-putus kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan kanker hati yang sedang terjadi pada anaknya.
  3. Pemberian obat-obatan yang berupa injeksi (suntikan) atau pun bentuk obat oral (tablet) dalam rangka untuk bisa membantu menghentikan produksi sel darah putih yang abnormal dalam tubuh.
  4. Melakukan tranfusi darah. Transfusi darah ini biasanya dalam bentuk transfusi darah merah dan juga trombosit.
Read more > Penyakit Leukimia

Jumat, 23 November 2012

Hepatitis Pada Anak

Penyakit Hepatitis Pada Anak - Penyakit yang terjadi pada organ hati yang disebut dengan hepatitis merupakan penyakit serius yang bisa berakibat fatal bagi orang dewasa maupun pada anak-anak bahkan pada bayi sekalipun. Kita pernah sedikit membahas mengenai penyakit hepatitis dan yang dimaksud dengan pengertian penyakit hepatitis adalah merupakan penyakit peradangan pada sel yang menyerang hati. Dan disebabkan oleh virus hepatitis. Gejala tanda penyakit hepatitis bisa pula terlihat semenjak dari bayi setelah melahirkan dan juga pada balita.

Hepatitis pada anak atau pada usia bayi, penyakit hepatitis ini lebih banyak muncul di awal-awal usia bayi (sekitar 2 bulan). Para ahli meyakini bahwa 80% kasus bayi hepatitis dialibatkan oleh adanya infeksi virus pada proses persalinan maupun pasca melahirkan. Pencegahan yang paling umum yang kita kenal adalah dengan melakukan imunisasi hepatitis.

Penyakit Hepatitis Anak

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof Bambang Permono dr SpA(K) dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwasannya penyakit hepatitis dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi bayi dan anak. Contoh dari dampak efek negatif virus hepatitis ini misalnya adalah gangguan otak yang mengakibatkan kemunduran mental dan cerebral palsy (lumpuh otak), bisa menyebabkan kerusakan permanen sel hati, dan juga timbulnya sirosis hati (hilangnya fungsi sel-sel hati karena adanya jaringan parut). Sebanyak dari 80% bayi penderita hepatitis biasanya dapat sembuh secara total, dan 20% sisanya akan bisa berpotensi menjadi kronis dan sirosis.

Peran orang tua sangat penting pula untuk bisa mengenali akan ciri tanda hepatitis anak bayi. Salah satu gejala hepatitis pada anak adalah kondisi anak terlalu tinggi bilirubin dalam darah bayi (zat racun yang dihasilkan oleh hati). Gejala tersebut terlihat dari tampilan fisik warna kuning pada kulit dan bagin bola mata bayi, urin berwarna gelap, dan faeces berwarna pucat.

Tanda gejala hepatitis anak dapat pula kita kenali dengan anak bisa langsung mendadak lemah dan berat badan tidak bertambah bahkan cenderung menurun. Kondisi ini karena biasanya anak dengan hepatitis kehilangan nafsu makan, sehingga anak akan kekurangan nutrisi dan juga energi.

Pengobatan penyembuhan hepatitis ini dengan pemberian obat-obatan simtomatik (obat yang digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit). Tidak ada obat-obatan yang khusus dapat membasmi virusnya. Selanjutnya adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara banyak istirahat serta dengan makan makanan yang penuh gizi.

Hepatitis anak dan bayi erat pula hubungannya dengan kesehatan ibu anak dan terutama pada seorang ibu yang mengandungnya. Untuk itu bagi ibu hamil yang positif terinfeksi virus hepatitis, hendaklah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Sehingga tenaga kesehatan Dokter akan bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dan pertolongan pertama agar sang bayi tidak tertular virus hepatitis dari sang ibu.

Cara mencegah dan pencegahan bayi dan anak agar tidak tertular hepatitis anak adalah dengan memberikan suntikan immunoglobulin pada bayi yang baru lahir, sebagai sebuah imunitas bagi sang bayi agar tidak tertular virus hepatitis dari ibunya. Memberikan imunisasi dan vaksinasi hepatitis setelah anak berumur 2 tahun dan hal ini diulang lagi setelah enam bulan sampai dengan enam bulan setelahnya.

Secara teori pemberian imunisasi vaksinasi hepatitis dalam satu pemberian belum bertahan cukup lama bila dibandingkan dengan pemberian 2 kali yang bisa bertahan hingga 20 tahun. Dalam dalam hal ini pemberian obat-obatan kepada anak perl juga dikonsultasikan kepada medis (dokter) dan juga sebagai orang tua perlu juga untuk menanyakan berbagai macam efek samping atas obat yang diresepkan kepada anak.

Selanjutnya trik cara dan tips agar kita bisa terhindar dan menghindari penyakit hepatitis ini adalah dengan :
  1. Melakukan pemberian imunisasi vaksin hepatitis secara rutin menurut petunjuk medis.
  2. Menjaga kesehatan dengan jalan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat.
  3. Memberikan makanan sehat dan mengandung nutrisi serta gizi yang cukup kepada anak-anak.
Demikianlah sahabat sedikit hal mengenai penyakit hepatitis pada anak dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat kepada kita semuanya dan juga yang perlu kita garisbawahi sebagai orang tua yang peduli kepada kesehatan anak adalah mewaspadai hepatitis ini pada buah hati kita dan tidak menganggap remeh terhadap semua jenis penyakit termasuk penyakit hepatitis ini. Dan pencegahan hepatitis adalah lebih baik tentunya daripada mengobatinya.
Read more > Hepatitis Pada Anak

Rabu, 21 November 2012

Kejang Demam

Kejang Demam Kesehatan buah hati kita adalah merupakan beberapa prioritas dalam kehidupan kita membina rumah tangga dan kesehatan anak yang baik akan membantu anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai dengan umur dan juga tahapan tumbang anak yang normal. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai kejang demam pada anak dan semoga bisa berguna sahabat semuanya.

Kejang demam terjadi sekitar 2-4 % populasi anak umur 6 bulan sampai 5 tahun, paling sering pada usia 17 sampai dengan 23 tahun. Sebagian besar kejang demam ini tidak menimbulkan komplikasi berat namun merupakan trauma bag para orang tua. Sebagai orang tua tentunya kita perlu mewaspadai serangan ulang kejang demam ini dan juga mengetahui faktor penyebab terjadinya demam. Dalam masyarakat umum kita mengenal akan istilah kejang demam dengan step.

Tidak semua orang tua mendapatkan informasi yang mencukupi mengenai hal ini. Pada penelitian Parmar dkk di India ternyata 77,9% orang tua dari anak yang pernah mengalami kejang demam, tidak mengetahui yang cukup mengenai penyakit anaknya. Demikian tulisan Dr. Bimosekti Wiroreno Sp.A dalam sebuah artikelnya mengenai hal ini.

Kejang Demam Anak, ciri tanda kejang demam

Pengertian kejang demam menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendefinisikan bahwa kejang demam adalah kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh di atas 38 derajat C dengan pengukuran melalui dubur dan disebabkan oleh suatu proses di luar susunan sayaraf pusat. Ada dua jenis klasifikasi kejang demam ini yaitu kejang demam sederhana (Simple febrile seizure) dan kejang demam kompleks (complex febrile seizure).

Tanda ciri demam kejang sederhana diantaranya yaitu :
  1. Sebanyak 80-90% kasus kejang sederhana ini adalah merupakan kejang demam sederhana yang berlangsung singkat.
  2. Serangan kejang berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit.
  3. Tidak ada gerakan fokal.
  4. Tidak berulang dalam waktu 24 jam.
Tanda gejala kejang demam kompleks diantaranya yaitu :
  1. Kejang berlangsung lama lebih dari 15 menit.
  2. Terjadi kejang fokal atau parsial satu sisi atau pun kejang umum didahului kejang parsial.
  3. Kejang berulang 2 kali atau lebih dalam 24 jam.
Faktor penyebab kejang demam antara lain adalah derajat demam, umur, dan genetik. Pengobatan dan perawatan kejang demam perlu pula kita lakukan agar serangan kejang berulang tidak terjadi dan komplikasi kejang demam ini tidak terjadi. Komplikasi yang bisa terjadi adalah kejang berulang, epilepsi, penurunan IQ, dan gangguan neurologis. Pengobatan pada kejang dengan melakukan tatalaksana pengobatan kejang secara umum, penanganan setelah aktifitas berhenti dan mengobati infeksi penyebab demam.

Untuk sahabat-sahabat pula mohon bantuan dan dukungannya untuk turut serta mengeklik G+1 pada postingan iPhone 5 Gadget Impian yang diikutsertakan pada suatu kontes yang saya ikuti. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat semuanya. Semoga kebaikan sahabat-sahabat akan mendapat balasan yang lebih baik lagi aamiin..aamiin.
Read more > Kejang Demam

Selasa, 18 September 2012

Penanganan Diare

Penanganan Diare - Penanganan Pengobatan Diare Angka kejadian diare di Indonesia kian meningkat setiap tahunnya. Karena banyak penyebab diare itu sendiri. Pengertian diare itu sendiri adallah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Ada juga pengertian diare adalah diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Demikian pengertian diare menurut WHO (1980).

Tentunya akan berbeda antara diare pada bayi dan diare yang terjadi pada orang dewasa. Baik itu dalam hal kuantitas maupun kualitasnya. Karena diare berhubungan erat dengan cairan dalam tubuh sedangkan jelas ada perbedaan antara kebutuhan cairan pada orang dewasa dengan anak-anak. Itu adalah selain dari perbedaan dari segi fisik dan juga anatomi fisiologinya juga.

Penyakit diare kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan dan angka kejadian diare di Indonesia berkisar diantara 150-430 per seribu penduduk setahunnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%.

Pengobatan

Penanganan diare anak dan juga penangan diare bayi juga berbeda dengan penanganan diare orang dewasa. Diare yang terjadi pada anak bila tidak segera mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat akan bisa menyebabkan anak jatuh dalam kondisi yang kurang baik. Tetapi bila dengan penanganan pengobatan diare anak dengan tepat maka hal tersebut akan membantu dalam memulihkan kondisi anak itu sendiri.

Penanganan dan pengobatan diare anak atau pun dewasa sebenarnya berfokus kepada pengembalian cairan yang hilang dalam proses diare itu sendiri. Dehidrasi adalah hal yang biasa terjadi pada kejadian diare bila tidak mendapatkan pemberian cairan yang cukup. Bila belum dalam tingkat yang parah, diare pada dewasa cukup diberikan minuman yang cukup untuk mengganti cairan yang keluar dan juga oralit. Tetapi bila tidak membaik dan kondisi pasien diare berlanjut ke tingkat yang lebih buruk lagi maka akan bijaksana untuk segera di bawa ke tempat pelayanan kesehatan seperti halnya rumah sakit atau pun puskesmas.

Pengobatan diare anak dan juga perawatan diare anak bisa kita lakukan di rumah bila diare yang terjadi pada anak-anak kita masih dalam tahap awal. Berikut langkah-langkah dan tips mengatasi diare pada anak diantaranya yaitu :
  1. Yang perlu kita ketahui pada awalnya adalah bahwasannya penyebab diare dalam hal ini adalah diare akut yang sering terjadi adalah oleh karena virus, maka yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya diare ini akan sembuh sendiri setelah beberapa hari. Hanya saja yang menjadi pokok permasalahan dalam mengatasi diare adalah untuk mengatasi gejala yang dirasakan oleh pasien / penderita itu. Dan juga mencegah terjadinya dehidrasi.
  2. Diare yang akut terjadi maka penyembuhan atau pun pengobatan dapat hanya dengan memberikan makanan dan minuman / cairan seperti biasanya hanya sedikit banyak dari biasanya yang dikonsumsi.
  3. Yang perlu diingat pula bahwa perawatan pengobatan diare bukan hanya memberi obat untuk menghentikan diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat apalagi secara berlebihan maka hal ini dapat diilustrasikan seperti halnya menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut
  4. Oleh karena proses diare pada tingkat diare akut ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, dan akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari di mana diare makin berisi - dari air ( watery) mulai berampas, berkurang frekuensinya dan sembuh dan pada akhirnya akan sembuh.
  5. Yang perlu lagi di catat adalah bahwasannya usaha pencegahan dan penangan akan gejalanya terutama gejala dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan gejala lainnya seperti mulas.
Hal tersebut adalah penanganan dalam kategori diare akut, tetapi bila diare ditambah dengan tanda dan gejala lainnya seperti halnya muntah, diare bercampur darah tentunya hal ini akan membutuhkan pengobatan perawatan yang lebih lanjut di tempat pelayanan kesehatan pada umumnya.

Demikian tadi sahabat sedikit mengenai penangan diare anak dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat. Point pentingnya dalam hal mengatasi diare ini baik itu diare pada bayi, diare pada anak, atau pun diare pada oang dewasa pertolongan pertama yang bisa kita berikan adalah pemberian cairan untuk mencegah adanya dehidrasi.
Read more > Penanganan Diare

Jumat, 07 September 2012

Penyebab Anak Susah Makan

Bagi sebagian besar keluarga yang masih memiliki anak-anak yang masih dalam usia pra sekolah ataupun sekolah dasar tentunya ada yang menemui bahwa ada anak susah makan. Ada beberapa penyebab anak mengalami susah / sulit untuk makan. Dengan kita mengetahui akan hal yang menyebabkan seorang anak menjadi susah makan, maka diharapkan kita bisa mencari solusi agar anak mudah makan tak tidak lagi mengalami susah makan tersebut.

Pada umumnya masalah makan anak semacam ini sering kali mulai ditemui pada usia anak dibawah lima tahun. Selain masalah tersebut juga ada pula masalah mengenai konstipasi pada anak. Banyak hal yang menyebabkan anak menjadi susah makan.

Penyebab Anak Susah Sulit Makan, Blog Keperawatan

Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dan sebagainya. Apalagi jika masih dalam tahap pengenalan makanan baru. Karena selain ada anak yang susah makan, anak yang gemar makan sampai timbul obesitas pada anak juga terkadang kita jumpai dalam masyarakat kita ini.

Berikut adalah penyebab alasan anak sulit makan dan diantaranya yaitu :
  1. Anak memakan camilan yang banyak mengandung kalori menjelang makan. Makanan yang banyak mengandung kalori ini biasanya makanan yang manis-manis seperti : permen, minuman ringan, cokelat, snack ber-MSG. Akibat rasa manis dan kandungan yang banyak kalori tersebut maka sang anak merasa sudah kenyang sehingga pada saat makan, maka porsinya makannya pun tak akan banyak.
  2. Anak merasa bosan dalam hal menu serta penyajian makanan. Pada jaman sekarang sepertinya anak-anak semakin pintar dalam hal memilih makanan yang disukainya. Berbeda dengan kita bila pada waktu kecil, makan tidak banyak macamnya dan kita juga terbiasa memakannya. Bila sekarang banyak anak yang cepat merasa bosan dengan menu makanan yang disajikan oleh ibunya. Sehingga hal ini seyogyanya akan mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam membikin menu makanan sehingga tidak menimbulkan datangnya rasa bosan anak terhadap menu makanannya. Dan ini pula yang merupakan salah satu dari beberapa penyebab anak susah makan.
  3. Minum susu terlalu banyak. Dengan berubahnya jaman maka banyak pula keluarga menganggap susu sebagai makanan ataupun minuman istimewa yang bisa menggantikan makanan utama seperti halnya nasi, sayur, dan lauk pauknya. Orangtua yang berpandangan seperti ini, umumnya akan tidak sabar dalam menghadapi proses makan anak batita yang cenderung lama dan biasanya diselingi dengan bermain. Sebagai gantinya, anak akan diberikan susu yang tentunya memiliki proses lebih cepat karena hanya diminum dan dalam bentuk cairan. Padahal setelah anak berusia satu tahun, kehadiran susu formula khususnya dalam menu sehari-hari tidaklah wajib. Susu dalam hal ini hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja, sementara kalsium dan fosfor dapat ditemukan dengan mudah pada jenis ikan-ikanan, sayuran, dan buah-buahan yang tentunya akan lebih mudah dicerna.
  4. Adanya pengaruh kebiasaan pola orang tua. Seorang anak yang tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan keluarga yang malas makan karena diet, akan berpotensial mengembangkan perilaku malas makan juga kepada anaknya. Perilaku makan yang kurang tepat lainnya yaitu adanya kebiasaan orang tua membelikan jajanan tinggi kalori (permen, minuman ringan, cokelat) untuk menenangkan anak yang rewel. Hal ini bisa berakibat, anak merasa cepat kenyang dan pada akhirnya akan malas makan.
Demikian tadi sahabat beberapa penyebab anak susah makan dan semoga kita sebagai orang tua bisa memberikan tips agar anak mudah makan. Karena makan dan utamanya makan makanan yang bergizi akan sangat membantu tumbuh kembang anak dengan baik selain juga bisa meningkatkan kecerdasan anak dan juga menjaga kesehatan anak-anak kita sendiri. Karena makan yang cukup bagi seorang anak juga bisa mencegah terjadinya anemia pada anak.
Read more > Penyebab Anak Susah Makan

Selasa, 28 Agustus 2012

Ventrikel Septal Defect (VSD)

Ventrikel Septal Defect (VSD) - Ventrikel Septal Defect (VSD) Penyakit jantung VSD ini adalah salah satu kelainan jantung bawaan pada anak-anak dan juga seringkali disebut dengan jantung bocor. Pada pembahasan mengenai Penyakit Jantung Bocor Anak dan salah satunya Ventrikular Septal Defect ini. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyakit VSD ini dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Yang dimaksud dengan VSD (Ventricular Septal Defect) adalah terjadi bila sekat (septum) ventrikel tidak terbentuk sempurna. Akibatnya darah dari bilik kiri mengalir ke bilik kanan pada saat systole. Ada juga yang mengartikan bahwasannya VSD adalah VSD adalah suatu keadaan dimana terdapat defek ( lubang ) abnormal pada sekat yang memisahkan antara ventrikel kanan dan kiri sehingga adanya percampuran antara darah bersih dan juga darah kotor. Demikian kurang lebih pengertian VSD Ventrikel Septal Defect. Dan VSD ini terbagi menjadi dua jenis VSD yaitu Membranous ( terjadi + 80 % )dan juga Muskular.

Ventrikular Septal Defek (VSD), Blog Keperawatan

Selanjutnya adalah mengenai etiologi penyebab VSD adalah pada perkembangan Embrio maka gabungan ventrikuler dan membranous terjadi saat kehamilan umur 4 – 8 minggu. Perkembangan septum muskular tejadi saat ventrikel kana dan kiri membentuk sumbu ( fuse ) sedangkan septum membranous terjadi akibat pertumbuhan dari “ endocardial ciushius “.Selama proses pembentukan sekat ini dapat terjadi defek kongenital akibat gangguan pembentukan ini. VSD lebih sering ditemukan pada anak-anak dan seringkali merupakan suatu kelainan jantung bawaan. Pada anak-anak, lubangnya sangat kecil, tidak menimbulkan gejala dan seringkali menutup dengan sendirinya sebelum anak berumur 18 tahun. Pada kasus yang lebih berat, bisa terjadi kelainan fungsi ventrikel dan gagal jantung. VSD bisa ditemukan bersamaan dengan kelainan jantung lainnya.

Faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan penyakit Jantung Bawaan VSD diantaranya yaitu :
  1. Rubella atau infeksi virus lainnya pada ibu hamil
  2. Gizi ibu hamil yang buruk
  3. Ibu yang alkoholik
  4. Usia ibu diatas 40 tahun
  5. Ibu menderita diabetes
Ada beberapa tanda gejala VSD dan terbagi menjadi tanda gejala VSD dengan lubang yang kecil, lubang sedang, dan VSD dengan lubang besar. Berikut adalah Tanda Gejala VSD :
1.VSD Kecil :
  1. Tidak memperlihatkan keluhan.
  2. Pertumbuhan perkembangan pada umumnya normal.
  3. Bising jantung biasanya terdeteksi umur 2-6 bulan.
  4. Pada auskultasi biasanya bunyi jantung normal.
  5. Defek muskular ditemukan bising sistolik dini,pendek, dan mungkin didahului oleh early sistolik click.
  6. Ditemukan bising pansistolik di sela iga 3 – 4 garis sternal kemudian menjalar sepanjang garis sternum kiri bahkan ke seluruh prekordium.
2.VSD Sedang :
  1. Pada Bayi :Sesak nafas pada waktu makan dan minum atau tidak mampu menghabiskan makanan dan minumnya.
  2. Peningkatan berat badannya terhambat.
  3. Seringkali menderita infeksi paru yang memerlukan waktu yang lama untuk sembuh.
  4. Gagal jantung mungkin terjadi sekitar 3 bulan.
  5. Fisik bayi tampak kurus dengan dyspnoe-takipnoe serta retraksi sela iga.
  6. Pada pasien besar dapat terjadi penonjolan dada.
3.VSD Besar :
  1. Gejala dan gagal jantung sering terlihat.
  2. Pasien tampak sesak,pada saat istirahat kadang pasien biru,gagal tumbuh dan banyak keringat.
  3. Sering terkadi infeksi saluran nafas bagian bawah.
  4. Aktifitas prekardium meningkat.
  5. Bising yang terdengar nada rendah,pansistolik dan tidak terlokalisir.
  6. Gejala sering timbul setelah minggu ke 3 sampai dengan minggu ke 4 pada saat resistensi paru sudah menurun.
4.VSD dengan resistensi paru tingi atau Sindrom Eisenmenger :
  1. Terlihat dada menonjol akibat pembesaran ventrikel kanan yang hebat.
  2. Terjadi pirau terbalik dari kanan ke kiri sehingga pasien sianotik.
  3. Sering terjadi batuk dan infeksi saluran nafas berulang
  4. Terjadi gangguan pertumbuhan yang makin hebat.
  5. Terlihat adanya jari-jari tabuh.
  6. Pada pemeriksaan auskultasi,bunyi jantung dengan split yang sempit.
  7. Pada pemeriksaan palpasi,hepar terasa besar akibat bendungan sistemik.
Pemeriksaan Penunjang Penyakit Jantung VSD :
1.EKG :
  1. Gambaran EKG pada pasien VSD dapat menggambarkan besar kecilnya defek dan hubungannya dengan hemodinamik yang terjadi :
  2. Pada VSD kecil, gambaran EKG biasanya normal,namun kadang-kadang di jumpai gelombang S yang sedikit dalam dihantaran perikardial atau peningkatan ringan gelombang R di V5 dan V6.
  3. Pada VSD sedang,EKG menunjukkan gambaran hipertrofi kiri.Dapat pula ditemukan hipertrofi ventrikel kanan,jika terjadi peningkatan arteri pulmonal.
  4. Pada VSD besar, hampir selalu ditemukan hipertrofi kombinasi ventrikel kiri dan kanan.Tidak jarang terjadi hipertrofi ventrikekl kiri dan kanan disertai deviasi aksis ke kanan ( RAD ).Defek septum ventrikel membranous inlet sring menunjukkan deviasi aksis ke kiri. ( LAD ).
2.Gambaran Radiologi Thorax VSD :
  1. Pada VSD kecil, memperlihatkan bentuk dan ukuran jantung normal dengan vaskularisasi peru normal atau sedikit meningkat.
  2. Pada VSD sedang, menunjukkan kardiomegali sedang dengan konus pulmonalis yang menonjol, hilus membesar dengan vaskularisasi paru meningkat.
  3. Pada VSD besar yang disertai hipertrofi pulmonal atau sindroma eisenmenger tampak konus pulmonal sangat menonjol dengan vaskularisasi paru yang meningkat di daerah hilus namun berkurang di perifer
3.Echocardiografi :
  1. Pemeriksaan echocardiografi pada VSD meliputi M-Mode, dua dimensi doppler. Pada doppler berwarna dapat ditemukan lokasi, besar dan arah pirau.
  2. Pada defek yang kecil, M-Mode dalam batas normal sedangkan pada dua dimensi defek kecil sulit dideteksi.
  3. Pada defek sedang lokasi dan ukuran dapat ditentukan dengan ekokardigrafi dua dimensi, dengan M-Mode terlihat pelebaran ventrikel kiri atau atrium, kontraktilitas ventrikel masih baik.
  4. Pada defek besar, ekokardiografi dapat menunjukkan adanya pembesaran ke empat ruang jantung dan pelebaran arteri pulmonalis.
4.Kateterisasi jantung :
Kateterisasi jantung diperlukan pada :
  • VSD kecil dan sedang yang disuga ada peningkatan tahanan paru.
  • VSD besar dan atau gagal jantung.
Tujuan kateterisasi jantung terutama untuk mengetahui :
  • Jumlah defek.
  • Evaluasi besarnya pirau.
  • Evaluasi tahanan vaskular paru.
  • Evaluasi beban kerja ventrikel kanan dan kiri.
  • Mengetahui defek lain selain VSD.
Kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan dan saturasi pada aliran darah pulmonal sedangkan kateterisasi jantung kiri untuk aliran darah sistemik.

Komplikasi Jantung Bocor Anak VSD :
  1. Gagal Jantung Kongestif.
  2. Hipertensi Arteri Pulmonalis.
  3. Bakterial Endokarditis.
Terapi Medis
  1. Untuk mengatasi gagal jantung.
  2. Mengurangi gejala klinik.
  3. Mengurangi frekuensi infeksi saluran nafas.
  4. Untuk mencapai pertumbuhan normal.

A.Pengobatan Konservatif :
  • Oksigen.
  • Digitalis.
  • Diuretik.
  • Dopaminergik.
  • Vasodilator.
  • Ace Inhibitor.

B.Operatif Bedah :
Paliatif : Pulmonary Arteri Banding ( PAB ), banding ( penyempitan ) pada cabang utama arteri pulmonal untuk mengurangi aliran darah pulmonal. Umumnya dilakukan pada anak dengan CHF.
Penutup VSD ( prosedur pilihan ).
Lubang kecil dengan melakukan jahitan langsung.
Lubang besar dengan menggunakan tambahan “ dacron “
Kedua prosedur diatas menggunakan mesin jantung paru,prosedur bedah dilakukan melalui atrium kanan dan katub trikuspid.

Penatalaksanaa ASD :
Pasien ASD baru dirawat di rumah sakit bila sedang mendapat infeksi saluran nafas, karena biasanya sangat dispnea dan sianosis sehingga pasien terlihat payah. Masalah pasien yang perlu diperhatikan ialah bahaya terjadinya gagal janung, resiko terjadi infeksi saluran napas, kebutuhan nutrisi, gangguan rasa aman dan nyaman, kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit.

Pasien dengan ASD perlu ditolong dengan obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung. Biasanya diberikan digoksin dan diuretika, missal: lasik. Bila obat dapat memperbaiki keadaan, yang dilihat dengan membaiknya pernapasan dan pertambahan berat badan, maka operasi dapat ditunda sampai usia 2-3 tahun. Tindakan bedah sangat menolong, karena tanpa tindakan bedah harapan hidup berkurang. Operasi bila perlu dilakukan pada umur muda jika pengobatan medis untuk mengatasi gagal jantung tidak berhasil.

Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai VSD dilihat dari tinjauan medisnya dan pada postingan berikut ini akan dibahas mengenai askep VSD Ventrikular Septal Defek ini yang ditinjau dari segi keperawatan dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Read more > Ventrikel Septal Defect (VSD)

Senin, 16 Juli 2012

Manfaat Puasa Bagi Anak

Manfaat Puasa Bagi Anak - Menjalankan puasa bagi anak-anak bukanlah hal yang mudah. tetapi karena ini adalah kewajiban bagi kaum muslim dan juga kewajiban bagi kita para orang tua tentunya hal ini tidak memadamkan semangat kita untuk melatih anak-anak kita untuk belajar menjalankan kewajiban puasa ramadhan. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai manfaat puasa bagi anak dan semoga hal mengenai puasa ramadhan anak bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Setelah kemarin kita sedikit membahas mengenai manfaat puasa bagi kesehatan secara umum maka pada kali kesempatan ini akan sedikit dibahas mengenai manfaat puasa ramadhan bagi anak. Melatih serta mengajarkan puasa bisa dimulai semenjak kecil dan juga sedini mungkin. Karena manfaat, hikmah puasa ramadhan bagi anak juga banyak.

manfaat puasa bagi anak, puasa Ramadhan Bagi Anak, Blog Keperawatan

Pelatihan berpuasa ramadhan bagi anak-anak tentunya akan menjadi pondasi yang kuat kelak tatkala harus menjalankan kewajibannya berpuasa ramadhan kelak tatkala sudah baligh dan sudah dibebani kewajiban berpuasa. Anak-anak pada awalnya bisa diajari untuk berpuasa karena pada dasarnya anak-anak dapat menahan lapar dan haus hingga beberapa jam, jadi bisa hanya sampai jam 10 pagi pada awal pelatihannya terlebih dahulu. Dan nantinya untuk tahap selanjutnya dalam hitungan jam berpuasa akan disesuaikan dengan umur dan juga tahap perkembangannya bisa ditambah secara bertahap.

Berikut beberapa manfaat puasa ramadhan bagi anak dan diantaranya yaitu :
  1. Mengontrol pola makan (waktu makan anak). Pada saat anak-anak kita dimulai belajar berpuasa, sebenarnya anak tetap makan sebanyak 3 kali makan utama, hanya saja yang mengalami perubahan adalah dalam hal waktu serta jadwalnya saja. Konsumsi makanannya pun tidak berarti dilebihkan ataupun dikurangi.Porsi makan anak tetap seperti biasa dengan tetap tentunya memperhatikan komposisi gizi seimbang. Namun dengan mengajarkan serta melatih anak berpuasa maka sang anak bisa untuk mengontrol makanannya.
  2. Organ pencernaan anak bisa beristirahat. Manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan anak salah satunya adalah hal ini. Pada saat sang anak berpuasa, maka usus yang sehari-harinya biasanya selalu bekerja secara terus-menerus, maka dengan anak belajar berpuasa maka usus dan organ pencernaan lainnya tersebut diberi kesempatan untuk beristirahat. Demikian pula dengan kerja hormon-hormon tubuhnya.
  3. Sebagai salah satu cara detosifikasi alamiah. Di saat anak belajar berpuasa, maka hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Pada saat berpuasa, tubuh akan melakukan pengeluaran zat-zat yang tak berguna lewat keringat, air seni atau pun BAB (Buang Air Besar). Dan untuk dapat menunjang kelancaran dalam hal pembuangan zat-zat sisa tersebut, hendaknya anak mendapatkan kecukupan cairan pada saat bersahur atau pun pada saat berbuka puasa.
  4. Membatasi makanan camilan. Pada masa anak-anak kebiasaan mencamil makanan sembari menonton TV ataupun di masa sekarang yang sedang trend adalah main games serta juga game onlines maka hal tersebut dapat menyebabkan anak mempunyai kebiasaan sedikit-sedikit makan. Pada saat kita melatih berpuasa, kebiasaan mencamil ini sementara waktu akan bisa dihilangkan.
Demikian tadi sahabat mengenai beberapa manfaat puasa bagi anak dan semoga kita bisa melatih serta mengajarkan anak-anak kita untuk berlatih puasa ramadhan sedini mungkin sahabat.
Read more > Manfaat Puasa Bagi Anak

Rabu, 11 Juli 2012

Diare Pada Bayi

Diare Pada Bayi. Diare adalah salah satu masalah yang terjadi pada saluran pencernaan kita. Diare bisa terjadi pada setiap orang termasuk juga bisa terjadi pada anak. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai diare pada bayi dan semoga dengan kita mengetahui apa yang terjadi bila diare pada anak kita serta penangannya dan semoga bisa berguna serta bermanfaat.

Diare pada umumnya yang kita kenal dan pahami adalah bahwa hal tersebut menggambarkan pembuangan tinja kita yang tidak normal dan cair. Ada pengertian diare yang diambilkan dari Ilmu Kesehatan Anak, 2005 bahwa yang dimaksud dengan diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya.

diare pada anak, Diare Pada Bayi, Blog Keperawatan

Diare merupakan buang air besar (defeksi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja) dengan tinja yang berbentuk cairan setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi defeksi yang lebih meningkat. Demikian pengertian diare menurut Kapita Selekta Kedokteran, 2001.

Penyakit diare kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan dan angka kejadian diare di Indonesia berkisar diantara 150-430 per seribu penduduk setahunnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%.

Diare pada anak atau penyakit mencret pada bayi pada saat ini di Indonesia masih menjadi penyebab kematian yang utama, yaitu nomor dua pada balita dan nomor tiga pada semua umur, penyakit diare terjadi pada 28 dari 100 penduduk. Neonatus dikatakan dan didiagnosa diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali, sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak, bila frekuensinya lebih dari 3 kali. Itu sudah dikatakan sebagai diare pada bayi.Ada beberapa penyebab diare bayi anak yang seringkali menimpa anak kita.

Diare kronik bagi bayi dan anak adalah diare yang berlangsung lebih dari batas waktu dua minggu. Sebagian besar ibu-ibu tidak mengetahui penyebab diare pada anaknya, seperti makanan yang diberikan atau lingkungan yang kotor yang tidak disadari dapat menyebabkan diare disini peneliti mengambil batasan pada faktor-faktor penyebab diare.

Ada beberapa penyebab diare diantaranya yaitu :
  1. Faktor lingkungan.
  2. Makanan.
  3. Infeksi virus atau infeksi bakteri pada saluran pencernaan.
  4. Malabsorbsi.
  5. Faktor psikologis.
Yang pertama harus dilakukan bila diare pada anak kita adalah pikirkan kemungkinan penyebabnya, kedua, cegah terjadinya dehidrasi. Awal pertolongan kita bila anak atau bayi menderita diare adalah memberi masukan cairan baik itu dengan minum susu atau minum air putih. Hal ini untuk mencegah dehidrasi bayi / anak. Bila tidak berhenti dan anak atau bayi tampak lemas dan tidak mau minum segera rujuk ke tempat pelayanan kesehatan baik itu puskesmas atau pun rumah sakit yang terdekat.

Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari. Diare kronik bagi bayi dan anak adalah diare yang berlangsung lebih dari batas waktu dua minggu. Karena diare pada anak dan diare pada bayi berbahaya bila tidak segera mendapatkan pertolongan, maka sebagai orang tua kita harus bisa mengetahui tanda gejala diare bayi anak dan bila tidak bisa menanganinya sendiri akan jauh lebih baik datang ke tempat pelayanan kesehatan agar memperoleh pengobatan dan perawatan lebih lanjut.
Read more > Diare Pada Bayi

Selasa, 19 Juni 2012

Bayi Anak Alergi Susu

Alergi adalah merupakan suatu kumpulan gejala sebagai reaksi imunologi tubuh terhadap suatu zat, baik itu berupa makanan atau pun sesuatu dari lingkungan. Zat yang dapat memicu alergi ini disebut dengan alergen. Itu adalah kurang lebih dari pengertian alergi sahabat.

Alergi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Bila kedua orang tua, atau salah satu orang tua menderita alergi, maka sang anak pun beresiko untuk mengalami hal yang serupa. Dengan kita mengenal tanda-tanda alergi pada bayi maka diharapka kita bisa mengantisipasi jika bayi alergi susu sapi yang dikonsumsinya.

Alergi susu dalam hal ini bayi alergi susu formula dapat terjadi dikarenakan ketika sistem kekebalan tubuh pada bayi / anak melakukan penilaian yang salah kepada zat-zat yang terkandung dalam susu sapi sehingga menyangka bahwa susu sapi tersebut dapat membahayakan tubuh maka sistem kekebalan tubuh akan melakukan serangkaian aksi dalam melawannya dan biasanya tanda yang kita dapatkan adalah reaksi alergi dan diekspresikan bayi anak akan sering rewel, dan juga gelisah disertai gejala umum alergi lainnya. Bila bayi alergi susu sapi tanda di atas akan terlihat.

anak alergi susu sapi, bayi alergi susu, Blog Keperawatan

Susu sapi tercatat sebagai protein yang menjadi salah satu pemicu alergi pada anak. Seperti kita ketahui, protein di dalam susu< sebenarnya ada dua yaitu kasein dan whey. Kasein yang jumlahnya mencapai 76 – 86% merupakan penyebab alergi susu terbanyak pada susu formula. Termasuk juga pada apa yang dialami pada bayi dan anak yang mengalami alergi susu sapi. Pada anak yang hipersensitif, protein tersebut dapat memicu terbentuknya zat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE).

Antibodi inilah yang menyebabkan pelepasan histamin, atau yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh. Saat anak mengkonsumsi susu sapi, tubuhnya akan terbentuk antibodi. Semakin lama ia mengkonsumsi, semakin tinggi antibodinya. Ketika sudah melewati ambang batas antibodi, maka muncullah alergi.

Gejala tanda alergi susu sapi sangat beragam. Diantaranya adalah kulit menjadi kemerahan, gatal, bengkak, dan eksim. Alergi juga dapat mengganggu saluran pencernaan yang hal ini akan mengakibatkan mual, muntah, diare, dan juga sakit perut. Sementara pada saluran pernafasan, raksi alergi dimanifestasikan berupa tanda batuk pilek berulang, sesak nafas dan juga asma. Demikian beberapa tanda bayi anak yang alergi susu fomula atau susu sapi.

Ada beberapa hal yang meningkatkan resiko alergi susu. Faktor resiko anak alergi susu sapi atau susu formula berbahan susu sapi diantaranya adalah :
  1. Riwayat Keluarga. Bila ada keluarga yang menderita alergi terhadap makanan tertentu, maka anak resikonya lebih besar akan terkena alergi susu daripada pada anak yang tidak mempunyai alergi makanan tertentu.
  2. Riwayat Mempunyai Alergi Lainnya. Bila anak mempunyai alergi terhadap susu sapi, biasanya anak akan lebih mudah terkena alergi terhadap lainnya.
  3. Faktor Umur. Alergi susu sapi ini biasanya seringkali menimpa bayi atau anak. Dengan bertambah umurnya maka pencernaan sang anak bertambah baik dan akan semakin kebal dengan hal alergi susu sapi ini.
Namun kita sebagai orang tua bila anak kita mempunyai alergi susu sapi ini janganlah terlalu khawatir. Meski bayi anak alergi susu, bukan berarti anak tak bisa hidup sehat dan juga tumbuh serta berkembang secara optimal.

Salah satu penanganan dasar serta pengobatan alergi pada anak dan efektif dalam hal mengatasi alergi susu sapi ini adalah dengan menghindarinya. Jadi penggantinya bisa mencari susu yang berbahan dasar isolat kedelai dapat dijadikan alternatif bagi para anak yang mengalami alergi susu formula atau pun susu sapi. Untuk masa sekarang ini sudah lumayan banyak susu untuk anak yang berbahan dasar isolat kedelai ini atau yang lebih dikenal dengan susu kedelai.
Read more > Bayi Anak Alergi Susu

Rabu, 13 Juni 2012

Konstipasi Pada Anak

Konstipasi anak menjadi salah satu masalah pencernaan yang rentan terjadi pada anak. Efek yang ditimbulkannya adalah sebuah ketidaknyamanan dan hal tersebut bisa penyebab anak menangis dan rewel secara terus menerus. Bila hal ini yang terjadi, maka sebagai orang tua pun kita bisa menjadi stres dalam menghadapinya. Oleh karena itu, mengenali gejala dan tanda konstipasi anak akan membantu kita mengatasi masalah sulit buang air besar pada anak ini.

Kita sebagai orang tua perlu untuk waspada pada saat si kecil mulai sulit buang air besar / konstipasi pada anak. Bisa jadi itulah gejala awal konstipasi. Biasanya bila anak telah mengalami gejala awal konstipasi maka sang anak mendadak menjadi mudah rewel dan sering mengeluh kesulitan saat buang air besar. Bila hal tersebut yang terjadi maka sebagai orang tua kita perlu waspada dan berhati-hati bila menemui gejala awal tersebut. Kemungkinan anak kita mengalami apa yang disebut dengan sembelit anak.

Konstipasi Sembelit Anak

Susah buang air besar pada anak atau sembelit anak yang kita kenal adalah merupakan permasalahan yang terjadi di dalam salah satu sistem pencernaan, dimana faeses atau kotoran itu mengalami pengerasan yang tentunya ini akan berimbas kepada masalah sulit BAB (buang air besar). Inilah yang dimaksud dengan pengertian sembelit.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan perihal konstipasi pada anak :
  • Keadaan feses. Apakah cair, lembek atau keras, pada kasus konstipasi anak, feses dalam keadaan keras dan bentuknya bulat layaknya kotoran kambing.
  • Perhatikan frekuensi buang air besarnya. Anak yang mengalami konstipasi, frekuensi buang air besarnya jadi berkurang dari sebelumnya.
  • Lihat kondisi fisik anak. Bisa dengan meraba perut pada bagian kira bawah. Jika terasa keras, bisa jadi anak menderita konstipasi.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak kesulitan dalam buang air besar. Diantara hal tersebut atau pun faktor penyebab konstipasi anak :
  1. Kelainan sejak lahir. Adanya kelainan penyakit bawaan, seperti hirscprung yang merupakan cacat pada usus besar. Penyakit hirscprung ini dapat mengakibatkan masalah dalam hal penyerapan nutrisi makanan dan juga bisa berdampak serta menimbulkan konstipasi.
  2. Faktor konsumsi makanan. Biasanya anak yang mengalami sembelit ini anak tersebut kurang dalam hal mengkonsumsi makanan yang berserat. Seperti halnya buah-buahan, sayur atau sereal.
  3. Pemberian Obat-obatan. Pemberian obat-obatan tertentu dapat juga menimbulkan efek samping berupa sembelit. Kita para orang tua bisa melihat serta membaca peringatannya pada bagian belakang kemasan obat.
  4. Kurang cairan. Bila tubuh apalagi anak kekurangan cairan / air minum, maka hal tersebut juga bisa menimbulkan susah buang air. Metabolisme anak yang tinggi memungkinkan keluarnya cairan akan lebih banyak dari tubuh. Jika bila hal ini tidak diimbangi dengan intake yang cukup dalam hal ini cairan yaitu dengan minum yang cukup maka hal tersebut dapat mengakibatkan feses menjadi keras dan akibatnya adalah konstipasi.
  5. Faktor psikis. Bisa disebabkan karena rasa ketakutan anak untuk masuk toilet / WC sehingga hal tersebut membuat anak sering menahan buang air besar. Ada banyak hal yang bisa membuatnya takut atau tidak nyaman untuk masuk toilet seperti toilet yang seram, bau, atau ketakutan akan binatang yang berada di dalam toilet. Kebiasaan menahan buang air besar mengakibatkan gangguan motilitas dan peningkatan penyerapan air dari feses di dalam usus sehingga keras dan sulit dikeluarkan.
  6. Kegagalan troilet training. Toilet Training pada anak yang dipaksakan dapat mengakibatkan anak trauma dan cenderung menahan keinginannya untuk buang air besar.
Jadi, menjaga kesehatan saluran pencernaan sangat penting untuk mencegah konstipasi.
Tips anak terhindar dari konstipasi bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu :
  • Memberi makanan yang kaya serat dalam jumlah baik.
  • Cukupi kebutuhan cairan perhari.
  • Mengajarkan anak toilet training.
Semoga dengan menjaga kesehatan saluran percernaan anak maka hal yang disebut dengan konstipasi pada anak dapat dicegah dan juga dihindari oleh kita orang tua.
Read more > Konstipasi Pada Anak

Makanan Pendamping ASI

ASI memang memberikan keuntungan yang tidak dapat digantikan dengan makanan pengganti apapun, namun kebanyakan bayi yang diberi susu formula tumbuh cukup sehat setidak-tidaknya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Setelah usia 6 bulan, bayi memang perlu mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Karena dengan semakin bertambah usia, kebutuhan gizi anak pun akan semakin meningkat pula. Kebutuhan gizi ini tidak cukup dari ASI saja, tetapi juga harus diperoleh dari makanan padat pertama, berupa buah dan bubur susu, yang tentunya diperlukan untuk bayi dalam proses pengenalan makanan yang merupakan pendamping dari ASI.

Makanan Pendamping ASI. Makanan Pengganti ASI

Makanan pendamping ASI atau bisa disebut MP-ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI, dimana jenis dan karakter dari makanan tersebut disesuaikan dengan umur bayi. Makanan Pendamping ASI MPASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Demikian sebagian dari beberapa pengertian makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI ini adalah merupakan sebuah proses transisi dari asupan kepada bayi yang semula hanya susu (Air Susu Ibu/ASI) menuju ke makanan yang semi padat yang selanjutnya akan bertambah ke makanan yang padat sesuai dengan pertambahan umur sang anak pula.

Dalam hal pemenuhan makanan pengganti ASI ini juga dibutuhkan ketrampilan khususnya adalah ketrampilan motorik anak bayi khususnya adalah oral. Ketrampilan motorik oral ini berkembang dari refleks menghisap menjadi reflek menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang dan seterusnya kedalam saluran pencernaan.

Seiring dengan bertambahnya umur bayi maka akan bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi telah memasuki umur 6 bulan ke atas, beberapa dari elemen dan zat gizi serta nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Untuk itulah maka pada umur 6 bulan ini bayi kita kenalkan dengan makanan pendamping ASI. Makanan pengganti ASI ini akan lebih mencukupi kebutuhan gizi dan juga nutrisi sang bayi.

Pengenalan serta juga metoda cara pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap baik itu dilihat dari segi bentuk maupun jumlahnya. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan pencernaan bayi / anak yang bersangkutan. Pemberian makanan tambahan selain ASI yang cukup dalam hal kualitas dan juga kuantitasnya sangat penting dalam mendukung proses pertumbuhan fisik dan juga perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode-periode tersebut.

Untuk itu ada beberapa tips pemberian makanan pengganti ASI ini yaitu :
  • Berilah ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Karena banyak manfaat ibu memberikan ASI kepada bayi dan anak-anaknya. Untuk selanjutnya setelah umur 6 bulan maka selanjutnya adalah waktu yang tepat untuk memberikan makanan pengenalan selain ASI kepada bayi. Waktu 6 bulan keatas bagi seorang bayi juga merupakan waktu pemberian makanan pengganti ASI, sementara pemberian ASI tetap harus dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun.
  • Lanjutkan pemberian ASI sampai dengan anak usia 2 tahun atau lebih.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan higienis serta penanganan makanan yang baik dan tepat kepada sang anak.
  • Mulai pemberian makanan pengganti ASI pada usia 6 bulan dengan jumlah sedikit kemudian secara bertahap dinaikkan sesuai usia bayi, sementara ASI tetap sering diberikan. Misal pada bayi berusia 6-8 bulan dapat mulai diberikan nasi tim dan akan lebih baik bila disaring terlebih dahulu untuk memudahkan menelannya dan tidak mempersulit dan juga memperberat pencernaan sang bayi.
  • Secara bertahap, kepadatan dan variasinya ditambah sesuai kebutuhan dan kemampuan bayi terutama dalam hal mengunyah makanan. Karena kemampuan mengunyah anak juga berkembang sesuai dengan umurnya pula.
  • Frekuensi dalam hal pemberian makanan pengganti ASI ini semakin sering berjalan beriringan dengan bertambahnya usia bayi. Karena ada beberapa manfaat pemberian makanan pengganti ASI ini juga kepada anak atau bayi yang telah berusia 6 bulan ke atas.
  • Berikan variasi makanan yang komposisinya tentunya kaya akan nutrisi dan gizi untuk bayi untuk lebih memastikan bahwa seluruh kebutuhan nutrisi sang bayi bisa terpenuhi dengan baik pula.
  • Gunakan makanan yang digunakan sebagai pengganti air susu ibu yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, atau berikan vitamin dan mineral bila perlu.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai makanan pendamping ASI dan semoga dengan kita bisa mengenalkan makanan pendamping asi ini akan bisa berguna serta memberikan manfaat.
Read more > Makanan Pendamping ASI

Minggu, 03 Juni 2012

Anemia Pada Anak

Anemia Pada Anak. Yang dimaksud dengan pengertian anemia adalah suatu keadaan dimana saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (HB)(protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Lalu bagaimana bila anemia ini menimpa kapada anak-anak dan terjadi anemia pada anak.

Hemoglobin yang tadi disebutkan diatas merupakan pigmen yang membuat sel darah itu berwarna merah yang pada akhirnya hal tersebut akan membuat darah manusia berwarna merah. Fungsi hemoglobin (HB) ini merupakan sebuah media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh.

Anemia Anak, Penyakit Anemia

Oksigen merupakan bagian terpenting dari proses metabolisme tubuh untuk dapat menghasilkan energi yang nantinya kita gunakan dalam beraktifitas sehari-hari. Hemoglobin ini juga dapat berfungsi membawa karbondioksida hasil metabolisme dari jaringan tubuh ke paru paru untuk selanjutnya dikeluarkan saat bernafas.

Tentunya kita sebagai orang tua tidak menginginkan penyakit anemia anak ini menimpa kepada anak-anak kita. Karena dampak dan efek yang ditimbulkan anemia ini terhadap pertumbuhan serta perkembangan sang anak sendiri.

Mungkin sebagian dari kita mengira bahwa anemia hanya bisa menyerang dan terjadi pada orang dewasa. Pada prinsipnya pendapat akan hal tersebut tidaklah tepat sepenuhnya, karena anemia juga bisa menyerang dan juga bisa terjadi pada anak.

Menurut WHO (World Health Organization) anemia pada anak bisa berdampak kepada terganggunya pertumbuhan serta perkembangan anak tersebut. Hal ini karena aktirifas yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan serta pertumbuhannya tidak terpenuhi dengan baik karena energi tubuhnya yang berkurang dan berbeda dengan anak seusianya yang tidak mendapat anemia. Anemia anak bisa menyebabkan daya tangkap sang anak yang berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat intelegensia anak dan kurang bergairah dalam melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya.

Beberapa ciri tanda-tanda anak anemia diantaranya yaitu :
  1. Anak terlihat lemah, letih, lesu. hal ini karena oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh berkurang karena media transportnya (HB) kurang sehingga tentunya yang membuat energi berkurang dan dampaknya adalah 3L, lemah letih lesu.
  2. Mata berkunang-kunang. Hampir sama prosesnya dengan yang diatas, karena darah yang membawa oksigen berkurang, aliran darah serta oksigen ke otak berkurang pula dan berdampak kepada indera penglihatan dengan pandangan mata yang berkunang-kunang.
  3. Menurunnya daya pikir, akibatnya sulit berkonsentrasi.
  4. Daya tahan tubuh menurun yang ditandai dengan mudahnya terserang sakit.
  5. Pada tingkat lanjut atau anemia yang berat maka anak bisa menunjukkan tanda-tanda sesak napas, detak jantung cepat, dan bengkak di tangan dan kaki.
Untuk mencegah anemia pada anak ini adalah kita sebagai orang tua hendaknya memberikan asupan makanan dengan gizi yang baik dan juga seimbang. Makanan yang banyak akan kandungan zat besinya seperti halnya kuning telur, daging merah, kentang, tomat, hati dan sayuran adalah makanan alami yang kaya zat besi. Itu adalah beberapa cara mencegah anemia yang bisa kita lakukan sebagai orang tua.
Read more > Anemia Pada Anak
 
 
Copyright © Komokid
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo